• 30

    Jan

    Hutan Rindu

    Hutan Rindu Menjumpaimu tak membuat rinduku usai Menjumpaimu justru membuatnya semakin rindang Dulu ia hanya sebatang pohon dengan empat buah ranum menggantung di dahannya Sekarang ia telah menjadi sebuah hutan yang sangat lebat Membuatku tidak bisa dan tidak mau keluar dari rimbanya Aku telah menjelma menjadi seorang penjaga hutan yang tak membiarkan seorang pun menginjakan kaki ke dalamnya kecuali kamu serta senyum kecil dan pelukan yang selalu membuatku tak pernah merasa percuma terlahir di dunia Di mana hal tersebut juga membuat luas hutan ini semakin tak terhingga Jika hutan tak menarik dan lautanlah yang kau minta maka aku tak bisa memberinya Apalagi langit dengan bintang-bintang utuh beserta bulan sempurna di atas sana Hanya waktu dan cinta yang aku punya di mana e
  • 12

    Jan

    Akhir Adalah Sahabat Bagi Setiap Cerita

    Akhir adalah sahabat bagi setiap cerita, entah itu akhir bahagia atau akhir yang mengekalkan penyesalan. Aku sadar, aku tak bisa membenci sebuah akhir. Sebab tanpanya sebuah cerita tidak akan pernah terlahir. Aku tidak mempermasalahkan akhir dari setiap cerita yang kulalui. Aku hanya mempertanyakan apakah setiap karakter di dalamnya benar-benar hidup dalam cerita itu? Aku, sebagai karakter yang selalu hadir dalam semua cerita yang kutinggali, selalu menikmati setiap hal kecil di dalamnya. Sebab sesuatu yang kecil lah yang membuat sesuatu lainnya menjadi besar. Seperti lengkung kecil senyummu yang membuat senja pada hari Sabtu itu menjadi semakin cantik. Entahlah, mungkin cerita ini tak lebih seperti sebuah film yang membosankan. Di mana setiap orang, termasuk engkau, menikmatinya
  • 29

    Dec

    Perjalanan Dari Malang Menuju Jakarta

    Aku merasakan lagi perjalanan dari Malang menuju Jakarta Perjalanan yang selalu melahirkan pertanyaan “Kapan tiba?” dalam kepala Perjalanan membosankan dengan kereta tua yang lebih banyak kuhabiskan sambil memejamkan mata Aku suka membayangkan Malang dan Jakarta hanya berjarak sejauh bagianku dan bagianmu di tempat tidur kita Di mana aku bisa memelukmu setiap saat Menikmati aromamu yang masih sangat hangat Dan mencoba masuk ke dalam mimpimu sampai mata itu terbuka Atau Malang dan Jakarta hanya sedekat matamu dan buku yang sedang kau baca Meski aku selalu cemburu dengan buku itu Aku ingin menjadi kata demi kata yang memenuhi matamu Tak masalah pula jika aku menjadi kursi tua yang memangkumu tiap kali kau membaca di beranda Kalau bisa jarak itu lebih dekat lagi, sede
  • 23

    Nov

    Ruang Tunggu

    Malam ini aku tidak bisa tidur. Aku memikirkan banyak hal. Mengapa harus ada kematian? Mengapa harus ada perpisahan? Mengapa harus ada akhir dari sebuah awal? Segala hal yang membuatku merasa sangat kesepian. Aku rindu senyum-senyum kecil yang terlukis di wajahmu. Senyum-senyum penuh gengsi untuk mengakui kamu bahagia malam itu, karenaku. Aku rindu pelukan spontan yang kamu lakukan. Tanpa menyediakan waktu untuk bersiap menyambutnya bagiku. Aku juga rindu pipimu yang tak begitu empuk, namun sangat menggodaku untuk mencubitnya. Juga jari-jarimu yang diam-diam menikmati dekapanku. Saling menuntun seperti dua anak kecil yang tidak tahu jalan. Apa lagi hakikat hidup selain sendiri, tambang dosa, dan pemandangan dari monyet-monyet yang rajin menjilat tuannya? Mungkin hal itu adalah penantian.
  • 2

    Jan

    Di Restoran Itu

    Sewaktu kecil dahulu, kemana-mana gue selalu ditemani mama. Ke mall, ke toko buku, atau ke restoran. Namun, semua berubah ketika gue memasuki masa remaja. Lebih tepatnya, ketika gue sudah mempunyai pacar. Bagi orang yang sedang dimabuk asmara, tiada hal yang lebih menyenangkan selain menghabiskan waktu bersama kekasih. Gue selalu mencari-cari alasan agar bisa jalan dengan Si Pacar. Dari alasan keren seperti “Sayang, aku butuh novel baru, nih. Temenin aku ke toko buku yuk!”, sampai alasan absurb seperti “Sayang, kaos kaki aku bolong semua. Temenin aku beli kaos kaki yuk!”. Bahkan, gue pernah mengajak jalan dengan alasan “Mau nemenin aku beli celana dalam? Celana dalam aku banyak yang hilang”, bukannya menemani, dia malah marah. Suatu ketika, kita tidak
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post


https://www.facebook.com/azzumar.adhitia.3