Aku Tak Mau Tumbuh Dewasa

22 Jul 2016

Aku tak pernah benar-benar tumbuh dewasa. Aku terjebak pada tubuh pria berusia 21 tahun dan terus bertambah sepanjang hari sejak puisi ini ditulis pada pertengahan 2016.
 
Aku ingin selamanya menjadi anak kecil yang tertawa lepas mengejar dirimu, yang juga tertawa sambil berlari entah mengejar apa atau siapa. Senyum cantikmu adalah layang-layang putus. Langkah kakiku dan langkah kaki anak kampung sebelah berlomba menggapai itu.
 
Aku tak pernah benar-benar tumbuh dewasa. Aku akan selalu menjadi anak kecil yang bernyanyi di kamar mandi ketika ibu sibuk menyiapkan seragam sekolah. Di sekolah nanti, aku akan berusaha membuatmu terkesan dengan semua hal yang aku bisa. Meski nyatanya engkau tak pernah merasa terkesan. Tak seperti hatiku, yang sangat mudah bermekaran tiap kali engkau berjalan.
 
Aku tak pernah benar-benar tumbuh dewasa, jika tumbuh dewasa berarti menjadi gemar menyakiti. Aku hanya ingin menjadi anak kecil yang tak henti membicarakan mimpi. Aku punya banyak sekali mimpi. Berdirilah di depan cermin yang tergantung di dinding kamar, jika engkau ingin melihat salah satu di antaranya.
 
Dan aku tak pernah mau menjadi dewasa. Jika menjadi dewasa berarti tak pernah lagi ada kita.
 
Cilegon, 2016.


TAGS puisi


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


https://www.facebook.com/azzumar.adhitia.3