Yura Yunita

30 Jan 2016

Saya punya semacam tradisi. Menjelang libur semester, saya selalu potong rambut. Sebenarnya tidak bisa dibilang potong juga, sih, karena hasilnya tidak terlalu mencolok. Lebih tepat jika disebut ‘merapihkan’ rambut.

 

Menjelang libur semester ini, niat potong rambut saya adalah biar mirip rocker-rocker di era 90an. Ambilah Eric Martin sebagai contoh.

 

 

Hal tersebut juga dilatarbelakangi oleh lelahnya saya karena sering diledek rambutnya mirip perempuan oleh beberapa teman. Selain itu, sudah kesal juga saya dengan poni yang sangat menghalangi pandangan. Saya pun memotong rambut dari ini:


 

 

Menjadi ini:

 

 

Niat hati ingin dibilang seperti rocker, eh seorang teman perempuan di kampus berkomentar “Potonganmu mirip Yura Yunita!”. Kampretnya, dia mengatakan itu dengan sangat lantang dan di keramaian. Membuat teman-teman yang lain juga menertawakan saya. Ya sudah, saya mah terima nasib saja. Meski sejujurnya saya sendiri masih bingung di mana miripnya sama artis cantik itu.

***

Hari demi hari berlalu, libur pun tiba jua. Saya tak sabar untuk segera bertemu keluarga dan para sahabat di kota kelahiran. Setelah menempuh perjalanan sekitar 23 jam, akhirnya saya tiba di depan pagar rumah.

 

Keadaan rumah yang tampak sepi dari luar membuat saya mendapatkan ide untuk membuat kejutan dengan masuk rumah secara diam-diam lalu duar, mengejutkan mereka.

 

Saya pun memasuki rumah dengan mengendap-endap. Keadaan rumah benar-benar sepi. Hanya ada Mama dan Faza di kamar utama. Sambil tiarap saya bergerak mendekati Faza yang sedang bermain di depan cermin.

 

Sedikit demi sedikit jarak saya semakin dekat dengan Faza, hingga kini saya tepat berada di belakangnya. Faza terlalu asyik dengan mainannya. Ia tidak menyadari kehadiran saya di belakangnya, sampai ia menatap ke cermin. Ia terkejut dan terdiam beberapa detik di depan cermin. Mulutnya mangap menahan senyum. Ia kemudian membalikan badannya.

 

“Adhit, kangen!” ujar anak 8 tahun itu sambil memeluk saya.

 

Setelah itu, saya berbincang dan bercanda dengan Faza dan Mama. Banyak hal yang kami bicarakan. Salah satunya adalah pertanyaan Faza seputar rambut saya.

 

“Adhit kok rambutnya panjang?”

 

Untungnya ia tidak berkomentar lebih seperti “Terus kok rambut Adhit kayak Yura Yunita?”.


TAGS komedi essay personal


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


https://www.facebook.com/azzumar.adhitia.3