Laba-laba Peretak Handphone

29 Jul 2015

Semenjak dibelikan handphone baru oleh Ayah, hidup saya berubah. Ya, gak keseluruhan hidup sih. Lebih tepatnya aktivitas saya dalam berkomunikasi dan memanfaatkan fitur multimedia untuk menyalurkan hobi. Ini adalah contoh video dan foto yang dihasilkannya:

 

 

Biasa saja sih memang, tapi biarkan sajalah. Yang penting bisa pamer. Huahahaha. Oke kembali ke tulisan.

Dulu handphone saya lelet banget. Saking leletnya, ada line masuk saja suka gak muncul. Sangat merepotkan jika sedang ada pembicaraan penting dengan rekan.

Pernah juga dulu diam-diam foto perempuan cantik di kelas. Sudah susah-susah mengambil gambar (diperlukan skill khusus untuk memfoto gadis cantik di tempat umum dan tidak ketahuan), eh ternyata kameranya error. Gak ke-save. Sabun saya jadi utuh deh malam itu.

Mempunyai barang baru membuat saya menjadi sangat super hati-hati menjaganya. Saya gak mau barang tersebut rusak. *tiba-tiba saja terdengar nyinyiran “Huh, gombal” dari barang-barang saya yang sudah berumur lebih dari satu tahun*

Malam itu saya baru pulang dari Pandeglang. Di line, saya sedang chatting dengan seorang teman perempuan. Obrolannya biasa, namun seru menurut saya. Di tengah keseruan obrolan tersebut, tiba-tiba mulas menyerang saya.

Saya pun bergegas ke kamar mandi. Sebelumnya saya sempat bingung, mau bawa handphone atau tidak. Mau bawa handphone tapi takut hal-hal yang tidak diinginkan menimpa si handphone. Tidak bawa tapi obrolannya lagi seru. Terus bosan juga kan menghabiskan beberapa menit di kamar mandi hanya mendengar bunyi ‘plung… plung… plung…’ atau ‘preeettttt’. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memutuskan untuk membawa handphone.

Sebelum membuka celana, handphone tersebut saya taruh di atas gantungan sikat gigi. Saya pun membuka celana kemudian berjalan mendekati jamban. Di dekat jamban saya melihat laba-laba. Besar sekali. Saya kaget sampai setengah melompat. Tangan saya menyenggol tempat gantungan sikat gigi dan menmbulkan getaran pada benda tersebut. Getaran itulah yang menyebabkan handphone saya bergeser ke tepi, semakin menepi, hingga terjun bebas ke lantai kamar mandi. Sepersekian detik kemudian, BRAKKKKKKK!!!!!! Gravitasi mendaratkan handpnone saya ke lantai.

Dengan cepat saya menyelamatkan handphone itu. Bagian pojok bawahnya retak. Untung saja layarnya tidak kenapa-kenapa. Rasa sedih dan panik yang melebur menjadi satu membuat mulas saya hilang secara tiba-tiba.

 

Ada dua hal yang membuat malam itu memilukan. Pertama, handphone itu belum berumur satu bulan. Kedua, orang yang membuat saya bela-belain membawa handphone ke kamar mandi agar chat dengan dia tidak terputus sampai akhirnya terjadi kecelakaan ini, tidak membalas chat.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


https://www.facebook.com/azzumar.adhitia.3