Nama

9 May 2015

Nama. Kata orang nama itu doa. Kalau bisa kembali ke masa lalu, saya akan kembali di saat saya dilahirkan dan membisikan ide nama (doa) yang keren ke orang tua: Pacarnya Chelsea Islan. Kan enak, kalau kenalan sama orang baru bisa sambil gaya “Kenalin, gue Pacarnya Chelsea Islan”. Meski aslinya sudah tiga windu menjomblo.

Tapi kasian istri saya, sih, kalau ternyata doa itu tak pernah kesampaian (tidak pernah jadian sama Chelsea Islan). Misalkan saya menikah dengan seorang perempuan bernama Agnes. Terus saya dan Agnes sedang menghadiri sebuah acara. Di acara tersebut, Agnes bertemu dengan teman-teman lamanya, kemudian ia memperkenalkan saya kepada mereka.

“Eh kenalin ini suami gue, Pacarnya Chelsea Islan.”

Agnes pasti akan dicap sebagai perempuan perebut kekasih orang.

Pemberian nama di keluarga saya juga lumayan unik. Kakak saya bernama Teguh Nanda Setiawan. Saat kakak saya lahir, Ayah sedang senang-senangnya dengan sebuah sinetron silat. Karakter utama sinetron itu bernama Arya Kamandanu. Saking ngefansnya, Ayah sempat memaksa untuk menamakan kakak saya seperti nama idolanya, Arya Kamandanu. Tapi akhirnya gagal karena Mama tidak setuju, hingga akhirnya jadilah nama Teguh Nanda Setiawan itu.

Saya tak bisa membayangkan kalau saat itu selain suka menonton sinetron silat, Ayah juga suka menonton film porno. Kakak saya mau dikasih nama apa coba? Arya Kamandanu.3gp?

Anak kedua mereka, saya, diberi nama Azzumar Adhitia Santika. Sebenarnya yang memberi nama bukan mereka sih, tapi Uwa dan kakak saya. Waktu Mama hamil saya, hasil USG menunjukan bahwa kandungannya berjenis kelamin perempuan. Mama sangat gembira waktu itu, sudah punya anak laki-laki, dan sebentar lagi akan punya anak perempuan. Sempurna. Beragam nama, baju, dan mainan perempuan pun sudah disiapkan. Namun begitu bayinya keluar, eh punya titit.

Mama tidak punya ide nama waktu itu, begitu juga Ayah (mungkin ia sudah tidak nonton sinetron silat lagi). Di tengah kebuntuan itu, Uwa pun mengusulkan nama Azzumar Santika. Di lain sisi, selama Mama mengandung, kakak saya selalu meminta kalau adiknya laki-laki, namanya harus Adit. Akhirnya, nama Azzumar Adhitia Santika pun diberikan kepada bayi itu.

Saya baru tahu arti nama saya waktu pertama masuk kuliah. Azzumar adalah sebuah surat dalam Al-Quran, artinya rombongan. Adhitia (kata Mama) berarti cerdik. Sedangkan Santika adalah perang. Jadi, Azzumar Adhitia Santika adalah pemimpin rombongan perang yang cerdik. Saya jendral! Meski nyatanya mau masuk sekolah militer saja tidak memenuhi syarat (mata minus dan tinggi badan tidak mencukupi).

Anak terakhir mereka, adik saya, bernama Faza Hammam. Tidak ada yang salah dengan pemberian namanya. Namanya bagus. Arti dari nama itu adalah Faza berarti keberuntungan dan Hammam adalah orang yang memiliki kemauan keras. Masalah baru terjadi kalau dalam penulisan ‘Hammam’, ‘m’ yang ditengah hilang satu, jadi ‘Hamam’. Hamam itu bahasa Arab yang artinya kamar mandi. Jadi Faza Hamam: kamar mandi keberuntungan.

Dan tiba-tiba saja saya kepikiran mengenai nama apa yang akan saya kasih saat punya anak nanti. Setelah saya pertimbangkan, kayaknya seru juga kalau anak saya, saya beri nama ‘Cukup Sekian Dari Saya Asssalmualaikum Warohmatullahi Wabarokatu’. Jadi tiap guru atau dosennya baru masuk kelas, mengambil absen, kemudian membacakannya, akan terjadi fenomena seperti ini:

Guru: Agus?

Agus: Hadir, Bu

Guru: Akbar?

Akbar: Hadir

Guru: Bagus?

Bagus: Hadir

Guru: Cukup Sekian Dari Saya Asssalmualaikum Warohmatullahi Wabarokatu?

Dan kelas pun langsung bubar.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


https://www.facebook.com/azzumar.adhitia.3