Preman di Perpustakaan

Belakangan ini hidup gue sangat monoton. Gue selalu melakukan hal-hal yang membosankan setiap harinya. Di rumah, kegiatan gue hanya tidur, makan, Twitteran, dan eek. Terkadang, agar lebih efisien, gue melakukan kegiatan-kegiatan itu di satu ruangan: kamar mandi. Bahkan, 2 hari yang lalu, kegiatan gue hanya eek setelah itu tidur. Baru 2 menit memejamkan mata, tiba-tiba gue terbangun. Gue baru ingat kalau gue belum cebok.

Di sekolah pun kegiatan gue sangat monoton. Gue hanya ke perpustakaan dan membaca beberapa novel disana. Begitu terus setiap harinya.

Tetapi, kemarin suasana perpustakaan sangat sepi. Tak ada orang disana. Gue memutuskan untuk membaca di pojok bangunan.

Di tengah asyiknya membaca, tiba-tiba gue mendengar suara langkah kaki. Suara langkah itu menunjukan yang berjalan lebih dari satu orang. Semakin lama, suara itu semakin keras. Menunjukan sumbernya mendekat ke gue. Tiba-tiba, suara langkah itu terhenti. Gue berhenti membaca dan melihat apa yang terjadi. Ternyata, di depan gue berdiri 3 orang senior yang terkenal sebagai preman sekolah.

Mereka semua berwajah sangar. Semuanya bertubuh kekar, kecuali satu orang lainnya. Ia kurus. Kemudian, preman yang kurus itu menarik tangan gue. Membuat gue bangun dari duduk. Seorang lainnya, yang berbadan paling kekar, membuka mulut, menandakan ingin berkata. Gue taksir, ia akan berkata

“BAGI DUIT!!! ATAU LO BONYOK DISINI!!!”

Tapi, ternyata gue salah. Preman sekolah itu berkata,

“MANA KARTU PERPUS LO?!!”

Sambil sedikit gemetar, gue mengambil kemudian memberi kartu perpus gue kepada preman sekolah itu. Ia memerhatikan kartu perpus itu dengan seksama. Setelah itu, ia membantingnya ke lantai.

Wajah preman sekolah itu menjadi semakin sangar. Gue sedikit ketakutan. Ia lalu menggenggam kedua tangan gue dan berkata dengan suara yang dibuat lebih imut,

“Kamu ganteng juga. Mau gak jadi pacar aku?”

Dan sumpah, kata-kata itu lebih menyeramkan dari “BAGI DUIT!!! ATAU LO BONYOK DISINI!!!”.

Saat itu juga gue bingung bagaimana cara menolaknya. Bukan apa-apa, tapi gue belum siap pacaran sama cowok. Apalagi cowoknya preman. Gue takut dia main kasar. :(


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

10 Responses to “Preman di Perpustakaan”

  • urfan Says:

    pasti itu jodohmu mar

    [Reply]

    azzumaradhitia Reply:

    buat kamu aja, fan. ikhlas.

    [Reply]

  • buyung kiu Says:

    Kalo aku sih, pilih pacaran ama dia. Asyik juga kan, kalo punya gorilla kayak gitu, gak ada yang berani godain gua lagi :-)

    [Reply]

    azzumaradhitia Reply:

    tapi masalahnya gue cowok. :)

    btw, makasih udah berkunjung. :)

    [Reply]

    buyung kiu Reply:

    Tapi iklannya kan bunyinya, ‘Cewek Cowok sama aja, yang penting kan sayang …’ Gitu Zum :-p

    [Reply]

  • senoaji Says:

    walopun preman itu paket toket implantasi, km juga gak mau?

    [Reply]

    azzumaradhitia Reply:

    gak. saya mending pacaran sama gita gutawa.

    [Reply]

  • audieda Says:

    zum, embat aja, ngilangin status jomblo mu !! haha

    [Reply]

    azzumaradhitia Reply:

    gue masih belum tertarik buat jadi homo. mungkin lo udah siap.

    [Reply]

  • Levitogruza Says:

    Hahahaha.. Parah. Mengerikaaan!!!

    [Reply]

Leave a Reply