• 6

    Aug

    Puisi Ini Membosankan

    Kala bermain petak umpet Perasaanku adalah anak kecil bodoh yang tak tahu cara sembunyi Engkau selalu mampu menemukannya Sedangkan aku terlalu buta mencarimu   Mungkin mataku tidak buta, hanya bermasalah Pada malam hari, kulihat langit membentang menjadi kanvas tak bertepi Jutaan bintang melukiskan wajahmu Lalu aku berbaring memandangi itu Di dalam hati, aku berdoa agar pagi tak pernah tiba   Namun doaku tak terkabul Pagi tetap tiba Aku tetap mencintaimu Dan engkau pasti bosan membaca itu   Cilegon, 2016.
  • 22

    Jul

    Aku Tak Mau Tumbuh Dewasa

    Aku tak pernah benar-benar tumbuh dewasa. Aku terjebak pada tubuh pria berusia 21 tahun dan terus bertambah sepanjang hari sejak puisi ini ditulis pada pertengahan 2016.   Aku ingin selamanya menjadi anak kecil yang tertawa lepas mengejar dirimu, yang juga tertawa sambil berlari entah mengejar apa atau siapa. Senyum cantikmu adalah layang-layang putus. Langkah kakiku dan langkah kaki anak kampung sebelah berlomba menggapai itu.   Aku tak pernah benar-benar tumbuh dewasa. Aku akan selalu menjadi anak kecil yang bernyanyi di kamar mandi ketika ibu sibuk menyiapkan seragam sekolah. Di sekolah nanti, aku akan berusaha membuatmu terkesan dengan semua hal yang aku bisa. Meski nyatanya engkau tak pernah merasa terkesan. Tak seperti hatiku, yang sangat mudah bermekaran tiap kali engkau
  • 31

    Jan

    Sepenggal Cerita Dari Mercusuar Anyer

    Masa SMA adalah masa yang paling indah, kata kebanyakan orang. Saya setuju. Bagi saya, salah satu faktor yang membuat masa SMA menjadi sangat indah adalah kehadiran sahabat-sahabat yang benar-benar sahabat. Salah satu dari sahabat saya di masa SMA adalah Isnaini.   Meski berbeda kota saat kuliah, saya dan Iis (Panggilan akrab Isnaini) tak pernah putus komunikasi. Kami sering bertukar cerita satu sama lain. Dari urusan tidak penting sampai urusan perempuan.   “Kamu enak, Zum. Kuliah di jurusan Ilmu komunikasi. Ceweknya cantik-cantik.” Ujar Iis via Line.   “Emang kenapa, Is?”   “Di jurusan saya, Elektronika dan Instrumentasi, jarang ada cewek cantik. Satu-satunya cewek yang deket sama saya sekarang aja mukanya mirip Limbad.”   Set
  • 30

    Jan

    Yura Yunita

    Saya punya semacam tradisi. Menjelang libur semester, saya selalu potong rambut. Sebenarnya tidak bisa dibilang potong juga, sih, karena hasilnya tidak terlalu mencolok. Lebih tepat jika disebut ‘merapihkan’ rambut.   Menjelang libur semester ini, niat potong rambut saya adalah biar mirip rocker-rocker di era 90an. Ambilah Eric Martin sebagai contoh.     Hal tersebut juga dilatarbelakangi oleh lelahnya saya karena sering diledek rambutnya mirip perempuan oleh beberapa teman. Selain itu, sudah kesal juga saya dengan poni yang sangat menghalangi pandangan. Saya pun memo...
  • 29

    Nov

    Masak Sendiri Agar Lebih Sehat

    “Dit, mau keluar? Sebentar, deh, kita rapat dulu.”   Kalimat itu yang dikatakan Mas Johan sesaat setelah saya mengunci pintu kamar. Ada beberapa penghuni kos lain di samping kiri dan kanan Mas Johan. Penasaran, saya pun menuruti permintaannya.   “Gimana kalau kita pasang wi-fi?”   Belum sempat saya menjawab, Mas Johan kembali melanjutkan perkataannya.   “Aku, Wahyu sama Wafi rencananya mau pasang. Harganya 450 ribu perbulan. Kos kita kan ada 9 orang, jadi kalau ikut semua, kita sumbangan cuma 50 ribu. Gimana? Kamu mau ikut ga?”   Pertanyaan itu terdengar seperti pertanyaan “Kamu mau aku cium gak?” yang terlontar dari mulut Raisa. Sudah jelas saya pasti mengiyakannya.   Saya benar-benar butuh internet, baik untuk
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post


https://www.facebook.com/azzumar.adhitia.3