• 6

    Aug

    Puisi Ini Membosankan

    Kala bermain petak umpet Perasaanku adalah anak kecil bodoh yang tak tahu cara sembunyi Engkau selalu mampu menemukannya Sedangkan aku terlalu buta mencarimu   Mungkin mataku tidak buta, hanya bermasalah Pada malam hari, kulihat langit membentang menjadi kanvas tak bertepi Jutaan bintang melukiskan wajahmu Lalu aku berbaring memandangi itu Di dalam hati, aku berdoa agar pagi tak pernah tiba   Namun doaku tak terkabul Pagi tetap tiba Aku tetap mencintaimu Dan engkau pasti bosan membaca itu   Cilegon, 2016.
  • 22

    Jul

    Aku Tak Mau Tumbuh Dewasa

    Aku tak pernah benar-benar tumbuh dewasa. Aku terjebak pada tubuh pria berusia 21 tahun dan terus bertambah sepanjang hari sejak puisi ini ditulis pada pertengahan 2016.   Aku ingin selamanya menjadi anak kecil yang tertawa lepas mengejar dirimu, yang juga tertawa sambil berlari entah mengejar apa atau siapa. Senyum cantikmu adalah layang-layang putus. Langkah kakiku dan langkah kaki anak kampung sebelah berlomba menggapai itu.   Aku tak pernah benar-benar tumbuh dewasa. Aku akan selalu menjadi anak kecil yang bernyanyi di kamar mandi ketika ibu sibuk menyiapkan seragam sekolah. Di sekolah nanti, aku akan berusaha membuatmu terkesan dengan semua hal yang aku bisa. Meski nyatanya engkau tak pernah merasa terkesan. Tak seperti hatiku, yang sangat mudah bermekaran tiap kali engkau
  • 29

    Nov

    Masak Sendiri Agar Lebih Sehat

    “Dit, mau keluar? Sebentar, deh, kita rapat dulu.”   Kalimat itu yang dikatakan Mas Johan sesaat setelah saya mengunci pintu kamar. Ada beberapa penghuni kos lain di samping kiri dan kanan Mas Johan. Penasaran, saya pun menuruti permintaannya.   “Gimana kalau kita pasang wi-fi?”   Belum sempat saya menjawab, Mas Johan kembali melanjutkan perkataannya.   “Aku, Wahyu sama Wafi rencananya mau pasang. Harganya 450 ribu perbulan. Kos kita kan ada 9 orang, jadi kalau ikut semua, kita sumbangan cuma 50 ribu. Gimana? Kamu mau ikut ga?”   Pertanyaan itu terdengar seperti pertanyaan “Kamu mau aku cium gak?” yang terlontar dari mulut Raisa. Sudah jelas saya pasti mengiyakannya.   Saya benar-benar butuh internet, baik untuk
  • 20

    Sep

    Pelajaran dari Forest Gump

    Saya baru saja menonton film Forest Gump. Iya, saya tahu saya ketinggalan. Sangat ketinggalan. Film tersebut adalah film yang sangat fenomenal dan legendaris. Sedangkan saya baru menontonnya sekarang. Tapi lebih baik telat kan daripada tidak sama sekali?     Bagi saya film tersebut sangat layak dijuluki film legendaris. Pesan moral yang terkandung di dalamnya sangat bagus. Bahkan sangat menyentuh hati. Film tersebut menceritakan bagaimana seorang Forest Gump, orang yang memiliki keterbelakangan menjalani hidup. Ia yang sewaktu kecilnya dibully hingga akhirnya menjadi sukses.   Gump menjalani hidup sebagaimana ia menga...
  • 7

    Jun

    Jagongan

    Malam selepas kelas. Langit berhias bintang menjadi atap acara Jagongan, acara ngobrol santai disertai alunan musik akustik dan seni tradisional yang diadakan oleh Himpunan mahasiswa jurusan. Menurut mereka, acara ini bertujuan untuk merekatkan kami sebagai satu jurusan. Aku sendiri di meja itu, di bagian paling belakang dari panggung. Pikiranku melaju melintasi waktu. Tiba-tiba saja aku teringat kejadian hari kemarin, saat aku dan Enggar pergi ke Pasar Hewan di daerah Pakis, Kabupaten Malang. Sore itu dosen tidak datang. Kelas pun dibubarkan. Enggar yang sudah lama ingin punya peliharaan lalu mengajakku untuk menemaninya ke Pasar Hewan. Motor yang kami tumpangi sudah jauh melaju meninggalkan kampus. Kini kami telah meninggalkan Kota Malang dan memasuki Kabupaten Malang. Enggar terlihat m
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post


https://www.facebook.com/azzumar.adhitia.3